Jurnal Medik Veteriner

Jurnal Medik Veteriner

Basic info

  • Publisher: Kampus PSDKU Banyuwangi Universitas Airlangga
  • Country of publisher: indonesia
  • Date added to EuroPub: 2019/Jun/23

Subject and more

  • LCC Subject Category: Veterinary Science, Zoology and Animal Science
  • Publisher's keywords: Veterinary, Animal Science, Animal Husbandry and Animal Welfare, Food Animals, Companion Animals, Herbal Medicine, Wild Animals, Aquatic Animal
  • Language of fulltext: indonesian
  • Time from submission to publication: 5 weeks

Publication charges

  • Article Processing Charges (APCs): Yes, 17USD
  • Submission charges: No
  • Waiver policy for charges? No

Open access & licensing

  • Type of License: CC BY-NC-SA
  • License terms
  • Open Access Statement: Yes
  • Year open access content began: 2017
  • Does the author retain unrestricted copyright? True
  • Does the author retain publishing rights? True

Best practice polices

  • Permanent article identifier: DOI
  • Content digitally archived in: LOCKSS
  • Deposit policy registered in: None

This journal has '36' articles

Studi Morfometrik pada Os Scapula Hewan Kelinci New Zealand White (Oryctolagus cuniculus)

Studi Morfometrik pada Os Scapula Hewan Kelinci New Zealand White (Oryctolagus cuniculus)

Authors: Erwan Budi Hartadi, Winda Kusuma Dewi, Nadiya Listyasari, Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Year: 2018, Volume: 1, Number: 3
(0 downloads)
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat makroanatomi dan pengukuran morfometrik Os scapula dexter et sinister hewan kelinci New Zealand White. Os scapula hewan ini memiliki tiga tepi dan berbentuk segitiga. Permukaan bagian medial terdapat Fossa subscapularis yang terlihat paling legok. Permukaan lateral terdapat bagian yang menonjol yaitu Spina scapula. Spina ini membagi Fossa supraspinatus yang memiliki luas lebih kecil dibandingkan dengan Fossa infraspinatus yang jauh lebih lebar. Batas tepi caudal Os scapula merupakan yang paling tebal dibandingkan dengan kedua batas tepi lainnya. Tepi dorsal atau vertebral sedikit berbelok menuju ujung cranial. Sudut ventral Os scapula terdapat Cavitas glenoidales yang seperti cangkir dan melingkar dalam garis besar. Tuberculum supraglenoidales terlihat berkembang pada hewan ini. Tedapat Processus coracoideus yang berkembang seperti paruh. Indeks scapula (Scapular Index) pada hewan ini yaitu sebesar 50 pada sisi dexter dan 53,73 pada sisi sinister. Rasio lebar antara Fossa supraspinatus dan Fossa infraspinatus pada Os scapula dexter et sinister berturut-turut adalah 1:2,05 dan 1:2,04.

Keywords: kelinci New Zealand White; Os scapula; Cavitas glenoidales; Processus acromion; morfometrik
Efektifitas Daya Pisah Electric Separating Sperm (ESS) terhadap Spermatozoa Kromosom X dan Y pada Kambing Sapera

Efektifitas Daya Pisah Electric Separating Sperm (ESS) terhadap Spermatozoa Kromosom X dan Y pada Kambing Sapera

Authors: Fahlevi Lailiyah, Pudji Srianto, Amung Logam Saputro, Sri Pantja Madyawati, Bodhi Agustono, Ragil Angga Prastiya
Year: 2018, Volume: 1, Number: 3
(0 downloads)
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemisahan alat Electric Separating Sperm (ESS) terhadap spermatozoa kromosom X dan Y pada sisi anoda dan katoda dengan variabel meliputi presentase viabilitas, motilitas, abnormalitas dan morfometri spermatozoa. Metode pengambilan semen menggunakan vagina buatan, kemudian dilakukan pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis, apabila menunjukkan hasil yang baik dilanjutkan dengan pengenceran semen dengan Tris Kuning Telur dan dilakukan pemisahan. Terdapat tiga perlakuan pada penelitian ini yaitu P1 (3 menit), P2 (7 menit), P3 (10 menit) dengan enam kali pengulangan pada sisi anoda dan katoda. Data pada tiap variabel (viabilitas, motilitas dan abnormalitas) diperiksa menggunakan analisis statistik ANOVA dan untuk melihat adanya pemisahan spermatozoa kromosom X dan Y dilakukan pengukuran terhadap kepala menggunakan morfometri. Hasil pemisahan tertinggi yaitu pada P3 dengan perbandingan pemisahan X : Y sejumlah 65,00:35,00 pada sisi katoda, kemudian pada sisi anoda persentase perbandingan X : Y yaitu 59,00:41,00. Hasil kualitas spermatozoa setelah pemisahahn menunjukkan presentase viabilitas terbaik terdapat pada P1 yaitu 75,00a±2,00 pada sisi anoda dan 76,50a±2,17 pada sisi katoda. Motilitas spermatozoa P1 menunjukkan motilitas progresif spermatozoa dengan rataan 60,83a±2,04 pada anoda dan 61,67a±2,58 pada sisi katoda. Presentase abnormalitas tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan.

Keywords: sperma; pemisahan; ESS; kualitas; morfometri
Prevalensi Infeksi Toxocara Cati pada Kucing Peliharaan di Kecamatan Banyuwangi

Prevalensi Infeksi Toxocara Cati pada Kucing Peliharaan di Kecamatan Banyuwangi

Authors: Fifi Anik Suroiyah, Poedji Hastutiek, Aditya Yudhana, Agus Sunarso, Muhammad Thohawi Elziyad Purnama, Ratih Novita Praja
Year: 2018, Volume: 1, Number: 3
(0 downloads)
Abstract

Toxocara cati (T.cati) merupakan parasit yang umumnya menyerang kucing, dan bersifat zoonosis sehingga termasuk parasit yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran prevalensi dari infeksi Toxocara cati pada kucing peliharaan di kecamatan Banyuwangi. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional study dan menggunakan data dari pemeriksaan sampel feses kucing peliharaan di laboratorium. Pemeriksaan sampel feses dilaboratorium menggunakan tiga jenis metode yaitu metode natif, metode pengapungan dan metode sedimentasi. Hasil penelitiaan menunjukkan bahwa 33 dari 138 sampel kucing yang diperiksa positif terinfeksi T.cati, sehingga dapat dihitung besaran prevalensi infeksi T.cati sebesar 23,9%.

Keywords: prevalensi; Toxocara cati; kucing peliharaan; Banyuwangi
Persentase Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa Kambing Sapera dalam Pengencer Tris Kuning Telur dan Susu Skim Kuning Telur Before Freezing

Persentase Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa Kambing Sapera dalam Pengencer Tris Kuning Telur dan Susu Skim Kuning Telur Before Freezing

Authors: Herlina Masyitoh, Tri Wahyu Suprayogi, Ratih Novita Praja, Pudji Srianto, Sri Pantja Madyawati, Amung Logam Saputro
Year: 2018, Volume: 1, Number: 3
(0 downloads)
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan persentase motilitas dan viabilitas semen kambing Sapera terhadap evaluasi semen segar dan before freezing dengan penambahan pengencer tris kuning telur dan susu skim kuning telur. Metode penelitian ini adalah pengambilan semen, evaluasi semen segar (pemeriksaan makroskopis dan mikroskopis), pengenceran semen, gliserolisasi, ekuilibrasi dan evaluasi before freezing. Penelitian ini terdiri dari P0, P1 dan P2, masing-masing perlakuan terdiri dari sembilan ulangan. P0 adalah semen segar kambing Sapera, P1 adalah semen kambing Sapera+pengencer tris kuning telur dan P2 adalah semen kambing Sapera+pengencer susu skim kuning telur. Data yang diperoleh dengan Uji T2 sampel dependent, membandingkan P0 dan P1 serta P0 dan P2. Data menunjukkan perbedaan sangat nyata (p<0,01) pada perlakuan P0 dan P1 persentase motilitas 76,11%; 65,56% dan viabilitas 82,33%;72,22%. P0 dan P2 persentase motilitas 76,11%;61,11% dan viabilitas 82,33%;67,78%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penelitian persentase motilitas dan viabilitas spermatozoa kambing Sapera mengalami penurunan dari semen segar pada tris kuning telur dan susu skim kuning telur before freezing.

Keywords: spermatozoa; kambing Sapera; tris kuning telur; susu skim kuning telur; before freezing
Analisis Kelayakan Usaha Secara Finansial dan Efisiensi Produksi di Peternakan Sapi Perah PT. Fructi Agri Sejati Kabupaten Jombang

Analisis Kelayakan Usaha Secara Finansial dan Efisiensi Produksi di Peternakan Sapi Perah PT. Fructi Agri Sejati Kabupaten Jombang

Authors: Khafsah Khafsah, Sunaryo Hadi Warsito, Ragil Angga Prastiya, Trilas Sardjito, Amung Logam Saputro, Bodhi Agustono
Year: 2018, Volume: 1, Number: 3
(0 downloads)
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang analisis kelayakan usaha secara finansial dan efisiensi produksi peternakan sapi perah di PT. Fructi Agri Sejati Kabupaten Jombang yang mempunyai 100 ekor sapi Peranakan Fries Holland (PFH). Jenis penelitian deskriptif yang dilaksanakan di Dusun Komboh Desa Sambirejo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Penelitian menggunakan metode survey yang kemudian diperoleh data primer dan sekunder dari PT. Fructi Agri Sejati melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis kelayakan usaha berdasarkan kriteria kelayakan investasi meliputi Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate Return (IRR), Payback Periode (PP) dan R/C Ratio untuk analisis efisiensi produksi. Hasil penelitian menunjukkan besar pendapatan rata-rata per tahun sebesar Rp.141.669.425, dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp.898.382.687 yang bersumber dari hasil penjualan susu, pedet jantan, sapi afkir, pejantan, sapi laktasi dan pupuk kandang. Berdasarkan hasil penelitian usaha layak untuk dijalankan karena semua kriteria investasi mampu dicapai, memiliki NPV>0 yaitu Rp.181.016.633, Net B/C>0 yaitu 1,15, IRR sebesar 12,3% lebih besar dari tingkat diskonto yang digunakan dan PP selama 7,2 tahun. Efisiensi produksi dinyatakan sudah efisien karena nilai R/C>0 yaitu 1,18.

Keywords: analisis finansial; efisiensi produksi; PT. Fructi Agri Sejati; Kabupaten Jombang
Pengaruh Pemberian Ekstrak Kedelai (Glycine max) Terhadap Jumlah Pertumbuhan Folikel Ovarium Mencit (Mus musculus)

Pengaruh Pemberian Ekstrak Kedelai (Glycine max) Terhadap Jumlah Pertumbuhan Folikel Ovarium Mencit (Mus musculus)

Authors: Nugraheni Anggara Pramesti, Tjuk Imam Restiadi, Aditya Yudhana, Tatik Hernawati, Iwan Sahrial Hamid, Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Year: 2018, Volume: 1, Number: 3
(0 downloads)
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kedelai (Glycine max) terhadap jumlah pertumbuhan folikel ovarium pada mencit (Mus musculus). Sampel terdiri dari 20 ekor mencit yang secara acak dibagi menjadi lima kelompok. Kelompok kontrol (K) tidak diberi ekstrak kedelai. Kelompok P1 diberi ekstrak kedelai dengan dosis 0,05 mg/kgBB. Kelompok P2 diberi ekstrak kedelai dengan dosis 0,010 mg/kgBB. Kelompok P3 diberi ekstrak kedelai dengan dosis 0,015 mg/kgBB. Kelompok P4 diberikan ekstrak kedelai dengan dosis 0,020 mg/kgBB. Ekstrak kedelai diberikan selama 14 hari. Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Honestly Significant Difference (HSD). Hasil penelitian menunjukkan kelompok kontrol (K) memiliki perbedaan signifikan dengan kelompok P1, P2, P3 dan P4. Hasil rata-rata jumlah folikel primer tertinggi terdapat pada perlakuan 4 (P4) dengan dosis 0,020 mg/kgBB dan jumlah rata-rata folikel sekunder tertinggi pada perlakuan 3 (P3) dengan dosis 0,015 mg/kgBB. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak kedelai yang diberikan pada mencit betina dapat meningkatkan jumlah pertumbuhan folikel ovarium dan jumlah rata-rata folikel tertinggi adalah pada perlakuan 3 (P3) dengan dosis 0,015 mg/kgBB.

Keywords: ekstrak kedelai; folikel; ovarium; mencit
Pengaruh Ekstrak Buah Pare (Momordica charantia) Terhadap Titer Antibodi Ayam Broiler yang Divaksin Newcastle Disease

Pengaruh Ekstrak Buah Pare (Momordica charantia) Terhadap Titer Antibodi Ayam Broiler yang Divaksin Newcastle Disease

Authors: Siti Komariyah, Jola Rahmahani, Bodhi Agustono
Year: 2018, Volume: 1, Number: 3
(0 downloads)
Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buah pare (Momordica charantia) terhadap titer antibodi ayam broiler yang di vaksin ND berdasarkan hasil titer antibodi dengan menggunakan uji Hemaglution Inhibition (HI). Metode dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), sehingga jumlah sampel untuk 5 perlakuan adalah 50 ekor ayam broiler. Data hasil pemeriksaan uji HI dianalisa secara statistik menggunakan ANOVA dengan menggunakan software SPSS v22. Jika terdapat perbedaan pada masing-masing kelompok perlakuan maka dilanjutkan dengan Uji Duncan untuk melihat ada tidaknya perbedaan yang nyata antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol.Titer protektif terhadap ND untuk ayam adalah 26 berarti jika di bawah nilai tersebut, maka antibodi di dalam tubuh ayam tidak dapat melindungi ayam dari virus, begitu juga sebaliknya, jika ≥26 maka antibodi di dalam tubuh ayam dapat melindungi tubuh ayam dari infeksi virus. Hasil Penelitian ini kelompok P0 berbeda nyata (p<0,05) dengan kelompok P1, P2, P3, P4 hal tersebut karena pada kelompok P0 merupakan perlakuan tanpa vaksin dan ekstrak buah pare. Kelompok P1 tidak berbeda nyata (p>0,05) dengan kelompok P2, P3, P4. Kelompok P2 dan P3 tidak berbeda nyata (p>0,05) dengan kelompok P1 dan P4 dan memiliki rataan titer antibodi yang sama. Kelompok P4 tidak berbeda nyata dengan kelompok P1, P2, P3 namun memiliki titer yang lebih tinggi. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah pemberian ekstrak buah pare tidak berpengaruh nyata terhadap titer antibodi ayam broiler yang di vaksin Newcastle disease.

Keywords: buah pare; titer antibodi; ayam broiler; Newcastle Disease
Efektivitas Sugar Dressing (100% Gula) dalam Meningkatkan Kepadatan Kolagen pada Proses Penyembuhan Luka Bakar Buatan pada Kulit Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan

Efektivitas Sugar Dressing (100% Gula) dalam Meningkatkan Kepadatan Kolagen pada Proses Penyembuhan Luka Bakar Buatan pada Kulit Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan

Authors: Angela Swasti Ivanalee, Ira Sari Yudaniayanti, Maya Nurwartanti Yunita, Nusdianto Triakoso, Iwan Sahrial Hamid, Amung Logam Saputro
Year: 2018, Volume: 1, Number: 3
(0 downloads)
Abstract

Luka bakar merupakan hilangnya atau rusaknya keutuhan kulit akibat paparan suhu atau pH, zat kimia, gesekan, trauma tekanan dan radiasi. Proses penyembuhan luka tidak lepas dari peran kolagen. Sintesis kolagen dapat dipromosikan melalui pemberian gula (sugar dressing). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas sugar dressing untuk meningkatan kepadatan kolagen dalam proses penyembuhan luka bakar buatan pada kulit tikus putih (Rattus norvegicus) jantan. Dua puluh ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dibagi menjadi lima kelompok dengan jumlah empat ekor tiap kelompok. Kelompok K- (kontol negatif) tidak diberi perlukaan. Kelompok K+ (kontrol positif) di beri perlukaan kemudian hanya diberi bilasan NaCl fisiologis. Kelompok P1 (Bioplacenton®) diberi perlukaan dengan pengobatan Bioplacenton®. Kelompok P2 (sugar dressing) diberi perlukaan dengan pengobatan gula dan P3 (madu) menggunakan madu sebagai obat. Perawatan diberikan setiap hari sekali selama empat belas hari. Hasil uji nonparametrik Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05) dan dilanjutkan dengan uji beda Mann-Whitney. Kepadatan kolagen kelompok P1, P2, dan P3 tidak berbeda secara nyata (p>0,05), tetapi berbeda nyata dengan kelompok K- dan K+. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sugar dressing efektif untuk meningkatkan kepadatan kolagen pada proses penyembuhan luka bakar.

Keywords: sugar dressing; kolagen; kepadatan kolagen; luka bakar
Deteksi Antibodi Brucella pada Sapi Perah di Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan Metode Rose Bengal Test (RBT)

Deteksi Antibodi Brucella pada Sapi Perah di Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi dengan Metode Rose Bengal Test (RBT)

Authors: Welyanto Kurniawan Dwi, Wiwiek Tyasningsih, Ratih Novita Praja, Iwan Sahrial Hamid, Suryanie Sarudji, Muhammad Thohawi Elziyad Purnama
Year: 2018, Volume: 1, Number: 3
(0 downloads)
Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui keberadaan antibodi dari bakteri brucella pada sapi perah di Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi menggunakan Rose Bengal Test (RBT). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis diskriptif dengan pendekatan kuantitatif, yaitu metode yang menggambarkan keberadaan antibodi Brucella pada sapi perah dengan cepat. Informasi pendukung diperoleh dari survei peternak dengan teknik wawancara. Sampel ditentukan dengan rumus slovin dengan ukuran sampel sebanyak 75 sampel dari 294 ekor sapi pada populasi sapi perah di Kecamatan Purwoharjo. Hasil penelitian menunjukan 2 sampel dinyatakan positif Brucella dari 75 sampel. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa reaktor Brucella ditemukan pada sapi perah di Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi yang berpotensi menyebabkan penyakit Brucellosis. Harapan dari penelitian ini adalah data yang diperoleh dapat diuji ulang dan diuji lebih lanjut dalam penelitian selanjutnya sehingga hasil dapat dikonfirmasi.

Keywords: Brucellosis; sapi perah; Rose Bengal Test; Banyuwangi
Uji Total Escherichia coli pada Susu Sapi Segar di Koperasi Peternak Sapi Perah (KPSP) Karyo Ngremboko Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi

Uji Total Escherichia coli pada Susu Sapi Segar di Koperasi Peternak Sapi Perah (KPSP) Karyo Ngremboko Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi

Authors: Adhitya Yhoga Pradika, Sri Chusniati, Muhammad Thohawi Elziyad Purnama, Mustofa Helmi Effendi, Aditya Yudhana, Prima Ayu Wibawati
Year: 2019, Volume: 2, Number: 1
(0 downloads)
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas susu sapi segar yang disetorkan oleh peternak ke Koperasi dan kemudian dihitung jumlah bakteri Escherichia coli yang selanjutnya dibandingkan dengan SNI. Pengambilan sampel dilakukan pada saat peternak mengantarkan susu sapi segar ke koperasi. Sampel yang diambil adalah susu yang ada di dalam milk can yang diambil dengan pipet steril dan juga karet penghisap. Sampel selanjutnya disimpan di dalam botol steril dan dibawa dengan menggunakan coolbox dilengkapi ice gel beku, selanjutnya dilakukan pengujian di Laboratorium. Selanjutnya dilakukan penanaman pada media Lauryl Tryptose Broth (LTB), Escherichia coli Broth (ECB), Levine Eosin Methylen Blue Agar (L-EMBA) dan dilakukan uji biokimia Indole, Methyl Red, Voges Proskauer, Citrate (IMViC) selanjutnya dilakukan pendugaan jumlah bakteri dengan menggunakan Most Probable Number (MPN). Hasil penelitian didapatkan bakteri Escherichia coli yang melebihi standart SNI > 3 APM/g yaitu 5 dari 16 sampel atau 31,25%. Hasil perhitungan berdasarkan MPN, sampel 7 menghasilkan angka 3APM/g, sampel 9 menghasilkan angka 3,6 APM/g, sampel 10 menghasilkan angka 23 APM/g, sampel 13 menghasilkan angka 7,4 APM/g dan sampel 14 menghasilkan angka 3,6 APM/g.

Keywords: Susu segar; Escherichia coli; MPN
Pengaruh Subtitusi Tepung Biji Bunga Matahari (Helianthus Annuus L.) dalam Pakan Komersial dengan Konsentrasi Tertentu Terhadap Performa Ayam Pedaging

Pengaruh Subtitusi Tepung Biji Bunga Matahari (Helianthus Annuus L.) dalam Pakan Komersial dengan Konsentrasi Tertentu Terhadap Performa Ayam Pedaging

Authors: Beta Hermansyah, Widya Paramita Lokapirnasari, Faisal Fikri
Year: 2019, Volume: 2, Number: 1
(0 downloads)
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian tepung biji bunga matahari (Helianthus annuus L.) di pakan komersial dengan konsentrasi tertentu pada kinerja ayam pedaging. Penelitian ini menggunakan desain acak lengkap. Sampel terdiri dari 20 ekor ayam broiler dibagi secara acak menjadi 5 kelompok. Perlakuan adalah P1, P2, P3, dan P4 masing-masing CP511 pakan komersial yang mengandung tepung biji bunga matahari 25%, 30%, 35%, dan 40% serta kontrol tanpa substitusi P0 tepung biji bunga matahari. Variabel yang digunakan adalah konsumsi pakan, bobot akhir dan konversi pakan kemudian hasilnya dianalisis dengan Analisis Varians. Hasil yang diperoleh rata-rata nilai konsumsi pakan P0 adalah 79,76 gram, P1 adalah 77,90 gram, P2 adalah 77,35 gram, P3 adalah 77,98 gram, P4 adalah 77,58 gram. Hasil nilai rata-rata berat akhir 1545,5 gram yaitu P0, P1 adalah 1296,5 gram, P2 1325,75 gram, P3 1256 gram, P4 1203 gram. Hasil yang diperoleh dari nilai rata-rata konversi pakan adalah P0 1,37, P1 1,69, P2 1,61, P3 1,71, P4 1,88. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa substitusi tepung biji bunga matahari dalam diet komersial tidak meningkatkan asupan pakan, berat badan dan dapat meningkatkan konversi pakan.

Keywords: subtitusi pakan; bunga matahari; Helianthus annuus L.; performa ayam pedaging
Potensi Ekstrak Daun Afrika (Vernonia amygdalina Delile) Sebagai Antibakterial Terhadap Bakteri Escherichia coli ATCC 25922

Potensi Ekstrak Daun Afrika (Vernonia amygdalina Delile) Sebagai Antibakterial Terhadap Bakteri Escherichia coli ATCC 25922

Authors: Fitriani Murjianingsih, Suryanie Sarudji, Amung Logam Saputro, Wiwiek Tyasningsih, Iwan Sharial Hamid, Maya Nurwartanti Yunita
Year: 2019, Volume: 2, Number: 1
(0 downloads)
Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekstrak metanol daun Afrika (Vernonia amygdalina Delile) sebagai antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli ATCC 25922. Isolat E. coli dibiakan pada media Muller Hinton Agar (MHA). Uji antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Kontrol negatif (K-) pada lubang sumuran hanya diberikan pengencer ekstrak CMC Na 0,5%. Kontrol positif (K+) pada lubang sumuran diberi dengan eugenol. Perlakuan (P1, P2, P3, P4) diberikan ekstrak metanol daun Afrika (Vernonia amygdalina Delile) dengan masing - masing konsentrasi 100%, 75%, 50% dan 25%. Rancangan penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan enam perlakuan dan empat pengulangan. Data dianalisis dengan ANOVA, dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis zona hambat menunjukkan, K+ memiliki perbedaan yang nyata dengan semua perlakuan K-, P1, P2, P3, dan P4. Serta K- ditemukan tidak berbeda nyata dengan perlakuan P1, P2, P3 dan P4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perlakuan tidak menghasilkan zona hambat sehingga tidak berbeda nyata dengan kontrol negatif (CMC Na 0,5%).

Keywords: aktivitas antibakteri; zona hambat; daun Afrika; Escherichia coli
Identifikasi Perkembangan Virus Infectious Bronchitis Isolat Lokal Dan Massachusetts Pada Cairan Allantois TAB Dengan Indirect Fluorescence Antibody Technique

Identifikasi Perkembangan Virus Infectious Bronchitis Isolat Lokal Dan Massachusetts Pada Cairan Allantois TAB Dengan Indirect Fluorescence Antibody Technique

Authors: Githa Nurma Aziz, Suwarno Suwarno, Ratih Novita Praja, Jola Rahmahani, Prima Ayu Wibawati, Faisal Fikri
Year: 2019, Volume: 2, Number: 1
(0 downloads)
Abstract

Virus Infectious Bronchitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh genus Gammacoronavirus, subfamili Coronavirinae, famili Coronavirinae tidak bersegmen, sense positif dengan genom SS-RNA. Terdapat lebih dari 30 macam serotip virus infectious bronchitis yang ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan virus infectious bronchitis isolat lokal (PTS-III) dan Massachusetts yang di inokulasikan pada cairan allantois TAB. Identifikasi dilakukan berdasarkan waktu inkubasi virus IB yakni dengan waktu 0 jam, 6 jam, 12 jam, 24 jam, 48 jam, 72 jam, 96 jam dan 120 jam dan kemudian di panen. Isolasi virus IB dilakukan secara in ovo pada telur ayam berembrio (TAB) umur 9 hingga 11 hari. Menggunakan ulangan 3 butir TAB pada setiap waktu inkubasi dengan total TAB berjumlah 50 butir. Inokulum disuntikkan ke dalam cairan allantois dengan spuit 1 ml secara tegak lurus dengan kantung hawa. Metode pemeriksaan yang digunakan menggunakan Indirect FAT dan mikroskop fluorescence dengan melihat adanya perpenderan cahaya neon atau fluoresensi. Hasil data yang digunakan secara kualitatif yang disajikan dalam bentuk tabel dengan hasil berupa positif dan negatif. Pada penelitian ini menunjukkan adanya hasil negatif pada TAB yang di inkubasi hingga jam ke-0 dan jam ke-6. Hasil positif ditunjukkan pada TAB yang di inkubasi pada jam ke-12, 24, 48, 72, 96 dan 120.

Keywords: infectious bronchitis; Fluorescence Antibodi Technique (FAT); telur ayam berembrio (TAB)
Pengaruh Durasi Waktu Pada Sexing Spermatozoa Sapi Bali Terhadap Kualitas Dan Efektivitas Sexing Spermatozoa Dengan Menggunakan Alat Electric Separating Sperm (ESS)

Pengaruh Durasi Waktu Pada Sexing Spermatozoa Sapi Bali Terhadap Kualitas Dan Efektivitas Sexing Spermatozoa Dengan Menggunakan Alat Electric Separating Sperm (ESS)

Authors: Lukman Ashari, Imam Mustofa, Maya Nurwartanti Yunita, Trilas Sardjito, Amung Logam Saputro, Ragil Angga Prastiya
Year: 2019, Volume: 2, Number: 1
(0 downloads)
Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kualitas (viabilitas, motilitas dan abnormalitas) spermatozoa Sapi jantan Bali hasil sexing menggunakan alat ESS yang dialiri listrik selama lima menit dan sepuluh menit pada sisi anoda dan katoda dan mengetahui perbedaan efektivitas pemisahan spermatozoa Sapi Bali hasil sexing menggunakan alat ESS yang dialiri listrik selama lima menit dan sepuluh menit pada sisi anoda dan katoda. Penelitian ini menggunakan Sapi Bali yang berumur 4 tahun sampai 7 tahun dengan motilitas di atas 45% dan di bawah 60%. Penelitian ini menggunakan diluter tris kuning telur. Sexing spermatozoa menggunakan alat ESS yang dialiri listrik dengan durasi 5 menit dan 10 menit pada masing-masing anoda dan katoda. Hasil penelitian ini menunjukan kualitas (viabilitas, motilitas dan abnormalitas) mengalami penurunan. Kualitas terbaik pada sexing spermatozoa terdapat pada durasi lima menit. Efektivitas pemisahan spermatozoa yang paling baik yaitu pada durasi sepuluh menit pada sisi katoda spermatozoa X sebesar 62,17±0,240% dan pada sisi anoda spermatozoa Y sebesar 67,33± 1,03%.

Keywords: sexing spermatozoa; Electric Separating Sperm; Sapi Bali; electrophoresis
Efektivitas Ekstrak Daun Afrika (Vernonia amygdalina) Secara Topikal Untuk Reepitelisasi Penyembuhan Luka Insisi Pada Tikus Putih (Rattus novergicus)

Efektivitas Ekstrak Daun Afrika (Vernonia amygdalina) Secara Topikal Untuk Reepitelisasi Penyembuhan Luka Insisi Pada Tikus Putih (Rattus novergicus)

Authors: Rizki Putrianirma, Nusdianto Triakoso, Maya Nurwartanti Yunita, Ira Sari Yudaniayanti, Iwan Sahrial Hamid, Faisal Fikri
Year: 2019, Volume: 2, Number: 1
(0 downloads)
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan hubungan konsentrasi pemberian ekstrak daun afrika (Vernonia amygdalina) secara topikal terhadap efektivitas penyembuhan luka dan reepitelisasi penyembuhan luka insisi pada tikus putih. 20 tikus putih jantan di kelompokkan secara acak dibagi dalam 5 kelompok perlakuan yaitu P0 (vaseline + adeps lanae), P1 (povidone iodine), P2 (salep ekstrak daun afrika 16,8 %), P3 (salep ekstrak daun afrika 28 %), dan P4 (salep ekstrak daun afrika 39,20 %). Penelitian ini dilakukan selama 14 hari dengan mengukur dengan skor reepitelisasi pada sediaan histopatologi kulit luka insisi yang telah diberi perlakuan. Hasil penelitian tidak menunjukkan perbedaan yang nyata antara kontrol dengan perlakuan (p>0,05). Perlakuan dengan ekstrak daun afrika (Vernonia amygdalina) tidak menunjukkan reepitelisasi yang berbeda dengan perlakuan kontrol.

Keywords: Vernonia amygdalina; penyembuhan; luka insisi; reepitelisasi

About Europub

EuroPub is a comprehensive, multipurpose database covering scholarly literature, with indexed records from active, authoritative journals, and indexes articles from journals all over the world. The result is an exhaustive database that assists research in every field. Easy access to a vast database at one place, reduces searching and data reviewing time considerably and helps authors in preparing new articles to a great extent. EuroPub aims at increasing the visibility of open access scholarly journals, thereby promoting their increased usage and impact.