Enlighten: Jurnal Bimbingan Konseling Islam

Enlighten: Jurnal Bimbingan Konseling Islam

Basic info

  • Publisher: Department of Islamic Guidance and Counseling, Institut Agama Islam Negeri Langsa
  • Country of publisher: indonesia
  • Date added to EuroPub: 2019/Dec/14

Subject and more

  • LCC Subject Category: Social Sciences
  • Publisher's keywords: Islamic Counseling, Health Counseling, Sexual Abuse, Violence Addition Counseling, Multi-Cultural Counseling, Crisis Intervention
  • Language of fulltext: indonesian
  • Time from submission to publication: 11 weeks

Publication charges

  • Article Processing Charges (APCs): No
  • Submission charges: No
  • Waiver policy for charges? No

Open access & licensing

  • Type of License: CC BY-SA
  • License terms
  • Open Access Statement: Yes
  • Year open access content began: 2018
  • Does the author retain unrestricted copyright? True
  • Does the author retain publishing rights? True

Best practice polices

  • Permanent article identifier: DOI
  • Content digitally archived in: Nopolicy
  • Deposit policy registered in: None

This journal has '28' articles

PENGARUH GENDER TERHADAP INTERAKSI SOSIAL DALAM PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK SISWA SMP

PENGARUH GENDER TERHADAP INTERAKSI SOSIAL DALAM PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK SISWA SMP

Authors: Nurul Azmi Saragih, Erma Putri, Nur Asmah
(0 downloads)
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gender terhadap interaksi sosial dalam pelaksanaan layanan bimbingan kelompok pada siswa sekolah menengah pertama. Instrumen pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur gender dan interaksi sosial adalah skala Likert. Gender diukur berdasarkan tipe gender yaitu maskulin, feminin dan androgini, pada interaksi sosial diukur berdasarkan syarat-syarat terjadinya interaksi yaitu kontak sosial dan komunikasi. Populasi dan sampel penelitian ini ada 78 orang. Analisis data yang digunakan adalah Regresi Linier Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gender berpengaruh positif terhadap interaksi sosial sebesar 0,226. Dan R Square sebesar 0,040, ini menunjukkan bahwa gender berpengaruh terhadap interaksi sosial dengan kontribusi sebesar 4%. Uji hipotesis diperoleh nilai signifikan (sig) sebesar 0,077 yang lebih besar dari probabilitas 0,05 sehingga diambil keputusan untuk menerima H0 atau koefisien regresi yang diperoleh pada persamaan regresi dinyatakan tidak signifikan, berarti tidak terdapat pengaruh gender terhadap interaksi sosial dalam pelaksanaan layanan bimbingan kelompok pada siswa SMP.

Keywords: Interaksi Sosial, Gender, Layanan Bimbingan Kelompok
PELAKSANAAN APLIKASI INSTRUMENTASI

PELAKSANAAN APLIKASI INSTRUMENTASI

Authors: Muhammad Putra Dinata Saragi
(0 downloads)
Abstract

Tulisan ini menguraikan beberapa temuan berkaitan dengan hambatan-hambatan yang dialami oleh guru BK dalam melaksanakan Aplikasi Instrumentasi di sekolah ditinjau dari faktor yang berasal dari dalam diri maupun luar diri Guru BK serta upaya mengentaskan hambatan-hambatan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif jenis deskriptif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa ada beberapa hambatan-hambatan yang dialami oleh Guru BK yang berasal dari dalam diri maupun dari luar diri dengan persentase sub aspek diatas rata-rata aspek. Serta upaya dalam yang dilakukan Guru BK dalam mengentaskan hambatan-hambatan tersebut sudah baik dengan angka rata-rata sub aspek diatas angka rata-rata aspek.

Keywords: Hambatan, Upaya Guru BK, Aplikasi Instrumentasi
SELF REGULATED LEARNING MAHASISWA STKIP MUHAMMADIYAH SUNGAI PENUH

SELF REGULATED LEARNING MAHASISWA STKIP MUHAMMADIYAH SUNGAI PENUH

Authors: Ayu Permata Sari
(0 downloads)
Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari kegelisahan peneliti yang melihat masih rendahnya hasil belajar mahasiswa dan kurangnya kemandirian mahasiswa dalam belajar di STKIP Muhammadiyah sungai penuh. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti tentang keadaan self regulated learning (SRL) mahasiswa STKIP Muhammadiyah sungai penuh dan menguji apakah terdapat perbedaan SRL pada mahasiswa laki-laki dan perempuan. Penelitian ini di menggunakan metode deskriptif dan deskriptif komparatif dengan populasi seluruh mahasiswa STKIP muhammadiyah sungai penuh TA 2017/2018 yang berjumlah 991 dengan sampel 276 melalui teknik sratified random sampling. Analisis data dengan menggunakan rumus presentasi dan T-test. Hasil penelitian menunjukan SRL mahasiswa tergolong menjadi 2 yaitu 32,5% tergolong kurang baik dan 27,5% tergolong baik. Uji hipotesis menunjukan adanya perbedaan signifikan antara SRL perempuan dan laki-laki dimana perempuan memiliki SRL lebih baik. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat digunakan oleh orang tua dan pihak pengelola kampus dalam membuat progra peningkatan SRL mahasiswa agar mendapatkan hasil belajar yang lebih memuaskan.

Keywords: Self Regulated Learning, Laki-laki, Perempuan
KINERJA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SERTA PEMBINAANNYA

KINERJA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SERTA PEMBINAANNYA

Authors: Sisca Meidina Saputri, Prayitno Prayitno, Yahya Jaya
(0 downloads)
Abstract

Penelitian ini dilakukan karena pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah tidak berjalan dengan baik terutama dalam pembinaan guru bimbingan dan konseling. Ada tiga tujuan dari penelitian ini. Yang pertama adalah menggambarkan upaya pembinaan kinerja yang dilakukan oleh guru itu sendiri. Yang kedua adalah untuk menggambarkan upaya pembinaan kinerja yang dilakukan oleh kepala sekolah. Yang ketiga adalah untuk menggambarkan upaya pembinaan kinerja yang dilakukan oleh pengawas bimbingan dan konseling. Upaya pembinaan kinerja yang dibahas dalam penelitian ini terkait dengan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah serta fasilitas dan dana pendukungnya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Sampel penelitian ini adalah lima puluh lima guru bimbingan dan konseling dan dua supervisor dari SMP dan SMA yang dipilih dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala model Likert. Temuan penelitian ini antara lain. Pertama, upaya yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling secara rata-rata masih “kurang”. Kedua, upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah secara rata-rata masih "sangat kurang". Ketiga, upaya yang dilakukan oleh pengawas secara rata-rata masih “sangat kurang”. Namun, upaya pembinaan perlu ditingkatkan dan dikembangkan baik untuk proses maupun implementasinya. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pembinaan kinerja guru bimbingan dan konseling dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling yang sukses di sekolah.

Keywords: Kinerja, Guru BK, Kepala Sekolah, Pengawas
PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI PENDEKATAN TEKNIK BERMAIN PERAN DALAM MENINGKATKAN KOMUNIKASI NAPOSO NAULI BULUNG

PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI PENDEKATAN TEKNIK BERMAIN PERAN DALAM MENINGKATKAN KOMUNIKASI NAPOSO NAULI BULUNG

Authors: Anas Munandar Matondang, Nora Sartika
(0 downloads)
Abstract

Adapun latar belakang penelitian ini adalah berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan yaitu komunikasi di kalangan naposo nauli bulung kurang berkembang ditunjukkan dengan adanya gejala-gejala seperti anggota naposo nauli bulung sulit untuk berpartisipasi dalam suatu acara di desa, kurangnya minat bermusyawarah antar naposo nauli bulung, sulitnya mengkomunikasikan untuk membuat acara penting di desa dikarenakan kurang aktifnya anggota naposo nauli bulung, komunikasi remaja kurang aktif dan cendrung tertutup, kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat, kurangnya keterampilan dalam berkomunikasi sehingga adanya kesulitan dalam menyelenggarakan kegiatan di desa. Metodologi penelitian menggunakan penelitian tindakan (action research) yang dianggap lebih detail dalam melaporkan layanan bimbingan kelompok. Subjek penelitian ini adalah naposo nauli bulung desa Sihepeng Induk yang berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan pedoman observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Data penelitian ini dianalisis menggunakan rumus rata-rata dengan teknik tabulasi data secara kuantitatif berdasarkan hasil tindakan. Hasil penelitian menunjukkan naposo nauli bulung sudah cukup aktif dalam kegiatan kelompok dan berani dalam mengungkapkan pendapatnya di muka umum, walaupun tidak semua anggota kelompok, juga masih ada yang berdasarkan perintah dari peneliti baru berani, tapi secara keseluruhan sudah terlihat peningkatannya.

Keywords: Layanan Bimbingan, kelompok Bermain, Peran Komunikasi
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING MENGATASI TREND LGBT (LESBIAN, GAY, BISEXUAL, DAN TRANSGENDER) DI SMA NEGERI 1 ACEH TAMIANG

PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING MENGATASI TREND LGBT (LESBIAN, GAY, BISEXUAL, DAN TRANSGENDER) DI SMA NEGERI 1 ACEH TAMIANG

Authors: Sabrida M. Ilyas
(0 downloads)
Abstract

Penelitian ini ditulis untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk perilaku trend LGBT peserta didik yang ada di SMA negeri 1 Aceh Tamiang , bagaimana peranan guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi perilaku trend LGBT ini, bagaimana pelaksanaan konseling realitas berbasis Al-Hikmah dan mengapa konseling realitas berbasis Al-Hikmah menjadi alternative dalam mengatasi perilaku trend LGBT peserta didik di SMA Negeri 1 Aceh Tamiang. Untuk mencari jawaban permasalahan diatas penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan subjek dan objek dalam penelitian ini adalah , guru bimbingan dan konseling dan siswa yang terindikasi berperilaku trend LGBT . Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa : (1) Gambaran bentuk prilaku trend LGBT yang ada pada siswa lebih kepada mengikuti prilaku transgender atau gangguan identitas gender dan tidak ditemukannya mengikuti prilaku lesbian, gay, dan biseksual, (2) Peranan guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi perilaku trend LGBT dengan mengenali peserta didik yang mengalami masalah, memahami jenis masalah, pelaksanaan bantuan dengan konseling individu dan konseling kelompok dengan mengunakan metode konseling realita berbasis al-Hikmah dan evaluasi berkelanjutan.

Keywords: Peran Guru, BK Konseling Realitas dan Al-Hikmah, Trend LGBT
PERANAN MODEL TEAM GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA DAN SELF CONFIDENCE

PERANAN MODEL TEAM GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA DAN SELF CONFIDENCE

Authors: Syarifah Ainy Rambe, Marina Sari Rambe, Abdul Marif
(0 downloads)
Abstract

Kemampuan berbicara sangatlah penting di dalam perkuliahan, namun pada kenyataannya mahasiswa masih merasa kesulitan dalam berkomunikasi, terutama ketika mengikuti mata kuliah bahasa inggris di jurusan bimbingan dan konseling dikarenakan kurangnya rasa percaya diri (self confidance). Hal tersebut tentunya dapat mengakibatkan hasil belajar mahasiswa yang tidak maksimal. TGT Model (Team Games Tournament) merupakan salah satu cara yang akan memperluas fikiran mahasiswa sehingga mahasiswa dapat lebih berfikir positif dan memiliki keberanian untuk mengungkapkan pendapatnya di depan umum, hal yang demikian itu tentunya dapat meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa. Metode yang digunakan adalah Classroom Action Research (CAR) dalam hal ini dilakukan dua putaran (cycling), setiap putaran (cycling) akan dilakukan perencanaan, tindakan, Observasi dan Refleksi. Data yang akan dihasilkan adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Diperoleh data kemampuan berbicara mengalami peningkatan sebesar 29,5. Dari hasil siklus 1 sebesar 59,33 dan dari siklus 2 sebesar 88,83. Selain itu dari hasil observasi self confidance juga mengalami peningkatan sebesar 30% pada point 1. 10% pada point 2. 23% dari point 3, dan 16 % dari point 4. Selain itu dari diary note juga menunjukkan adanya peningkatan keaktifan mahasiswa di dalam kelas. Dengan demikian, model TGT efektif dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan self confidence dalam mata kuliah Bahasa Inggris pada mahasiswa.

Keywords: TGT Model, Kemampuan Berbicara, Self Confidence
Analisis Kondisi Psikologis Siswa Serta Implikasinya Terhadap Program Bimbingan Dan Konseling

Analisis Kondisi Psikologis Siswa Serta Implikasinya Terhadap Program Bimbingan Dan Konseling

Authors: Hayu Stevani, Riska Andriani, Fijriani Fijriani
(0 downloads)
Abstract

Psychological conditions are things that can not be seen directly by the five senses. For example sleeplessness, there are feelings of guilt, thinking no life-threatening, it can not respond to others when asked, and many other psychological problems. In guidance and counseling, AUM umum helps to unravel the psychological conditions through nine field problems. The population and sample of the study included 91 students of class VII and VIII SMP IT Tariq ibn Ziyad Boarding School using AUM umum F-3 for data collection. Results of research for class VII revealed the problem area in PDP, HSO,and JDK, and for class VIII is the problem area in PDP,and HSO got the highest yield of nine-field problems. Based on the interpretation of general AUM results, a description of the student's psychological condition can be an input for the school counselor to create the program and perform the service, most specifically to the field of issue that gets special attention.

Keywords: AUM Umum, Guidance and Counseling Program, Psychological Conditions
Pengaruh Lingkungan Terhadap Perilaku Agresif Verbal Siswa Dalam Berkomunikasi

Pengaruh Lingkungan Terhadap Perilaku Agresif Verbal Siswa Dalam Berkomunikasi

Authors: Agung Prasetya, Taty Fauzi, Erfan Ramadhani
(0 downloads)
Abstract

Verbal aggressive behavior is a negative behavior that is often found in everyday life. Researchers found verbal forms of student behavior when communicating with friends such as taunting friends by mentioning the name of a parent, hurting a friend by calling him an illegitimate child, and speaking harshly to the teacher. This study aims to determine whether there is an influence of the school environment on students' verbal aggressive behavior in communication. The population of this research is VIII grade students. The research sample of 160 people were selected using the Stratified Random Sampling technique. Data analysis using correlational product moment with the results of r_count of 0.328 and r_tabel value of 0.148 or in other words r_count> r_tabel = 0.328> 0.148. This shows the influence of the school environment on students' verbal aggressive behavior in communication.

Keywords: School Environment, Verbal Aggressive Behavior, Communication
Minat Membaca dan Implementasinya dalam Bimbingan dan Konseling

Minat Membaca dan Implementasinya dalam Bimbingan dan Konseling

Authors: Marimbun Marimbun
(0 downloads)
Abstract

Reading interst is a strong desire that accompanied a sense of pleasure of enjoyment of reading with self­­-will. Reading is a demand for individuals because reading is an effective activity to gain insight and knowledge. Surah Al-Alaq which is the first letter to come down is a reading order. Furthermore, the mandate of regulations and legislation also invites reading culture and encourages people to enjoy reading. The problematics of some of the research results indicate that Indonesian interest in reading is still relatively low. Therefore how important are efforts to foster interest in reading. Improving interest in reading must be done through families, education units and the community. One of the factors influencing reading interest is the teacher. Counseling teacher/ Counselor is a teacher assigned to carry out guidance and counseling activities in schools responsible for providing various service activities in developing various student potentials and encouraging national education goals. Guidance counseling at schools is expected to be more intensive in order to improve students interest in reading through various types of counseling services. As for some services that can be applied in improving interest in reading such as orientation services, information, group guidance and individual counseling.

Keywords: Reading interest, Guidance and Counseling
Pengaruh Kecemasan Terhadap Minat Belajar Matematika Siswa

Pengaruh Kecemasan Terhadap Minat Belajar Matematika Siswa

Authors: Eryanti Lisma, Rahmadhani Rahmadhani, Machrani Adi Putri Siregar
(0 downloads)
Abstract

Anxiety is a condition that arises when there is a threat of helplessness, feelings of isolation. Anxiety is also a matter of excessive concern and internalized as well as a variety of summative symptoms that cause significant disturbances in social or work functions that cause a decrease in interest in learning mathematics in students. Interest has a very important role in the learning process because interest is one of the determining factors in the success or action of the instructor's objectives to be achieved. Students who are not interested in the subject matter will show less sympathetic, lazy and not passionate attitudes. The data collection method uses a questionnaire for learning interest variables. The purpose of this study was to determine the relationship of student anxiety to interest in learning mathematics. The research subjects were 30 students. Based on the results of the study, it was concluded that: (1) there was a relationship of students 'anxiety to the interest in learning mathematics, or in other words the interest in learning mathematics at all was related by students' anxiety in their interest in learning mathematics in the face of examinations, especially in mathematics; (2) there is no relationship of interest in learning mathematics, or in other words there is no relationship of interest in learning mathematics that students have in learning mathematics. The relationship of anxiety that occurs between mathematics learning interest and anxiety is negative 0,417; (3) as a stimulus, anxiety about learning interest has a proven influence on the relationship of students' anxiety to mathematics learning interest

Keywords: Learning Anxiety, Student Anxiety, Mathematics Learning Interest
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Perkembangan Perilaku Prososial Siswa

Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Perkembangan Perilaku Prososial Siswa

Authors: Muniroh Muniroh
(0 downloads)
Abstract

This study aims to describe the effect of group guidance services on the development of prosocial behavior of eighth grade students of Junior High School Negeri 17 Medan. The method used is a pseudo-experimental one group pretest-posttest village design. The subjects of this study were 12 students who were selected using purposive sampling techniques. Data collection in this study uses a scale of prosocial behavior. The results of this study indicate the behavior of 12 students increased after being given group guidance services ASYMP. GIG is 0.002, (<0.05) This means that there is a significant influence of group guidance services on the development of prosocial behavior of students of class VIII of Junior High School Negeri 17 Medan.

Keywords: Group Guidance, Prosocial
Dakwah Melalui Konseling Individu

Dakwah Melalui Konseling Individu

Authors: Ahmad Putra
(0 downloads)
Abstract

This paper explains about presenting the values ​​of da'wah through individual counseling whose purpose is to provide religious / Islamic nuanced solutions to a variety of problems that exist in human life. The method used by the author in this research is descriptive analysis method, in which the author presents data from several relevant opinions and tested through various sources and then analyzes them, so as to produce a more effective and relatively new alternative in da'wah, namely through individual counseling. Then preaching must be packaged in the right method, which must be actual, factual, and contextual. One approach to convey the message of preaching is through individual counseling activities. Da'wah through individual counseling has several characteristics, namely the formation of communication between counselor and client, oriented toward problem solving efforts, delivery of messages that have been programmed, and the targets and objectives set. In addition, propaganda through individual counseling has several characteristics, namely trying to raise awareness to internalize the values ​​/ teachings of Islam in certain circles that are very specific and individual.

Keywords: Da’wah, Individual Counselling, Islam
Sasaran Dan Topik Pembahasan Self Disclosure Mahasiswa

Sasaran Dan Topik Pembahasan Self Disclosure Mahasiswa

Authors: Wan Chalidaziah
(0 downloads)
Abstract

The background of this research is the low self-disclosure of students in the College of Islamic Guidance and Counseling X. The purpose of this research are to explain of self-disclosure in Islamic Guidance and Counseling students with a review of the target and discussion topics. The Method was descriptive quantitative research. The research population was the students of guidance and counseling. The sample counsists of 122 students with Random Sampling technique. The research instrument used a Self Disclosure Scale with 54 statement items (r = 0.91029). The Data analyzed by using descriptive. The result of determined that most student only give their information only in general, and some students have not been able to share their information with others. The results of this study also indicate that the significant person in self disclosure is the mother and the most open discussion topic on the topic of interests and tastes. Researchers suggest further action research in the form of training to improve self-disclosure given the importance of self-disclosure skills in student guidance and counseling.

Keywords: Self Disclosure, Topic, Student
Konseling Keluarga dengan Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT): Strategi Mewujudkan Keharmonisan dalam Keluarga

Konseling Keluarga dengan Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT): Strategi Mewujudkan Keharmonisan dalam Keluarga

Authors: Mita Anggela Putri, Neviyarni Neviyarni, Yarmis Syukur
(0 downloads)
Abstract

Keharmonisan keluarga adalah sesuatu yang bermakna dan diusahakan untuk dicapai oleh mereka yang melakukan perkawinan dan membentuk keluarga. Kesadaran peran dan fungsi serta menerima keadaan dan keberadaan menjadi pondasi yang kuat dalam menjalankan rumah tangga. Dalam mewujudkan rumah tangga yang harmonis sering terjadi fenomena problematika dalam keluarga seperti pertengkaran, cemburu, perselingkuhan, perbedaaan pendapatan, perbedaan prinsip hidup dan sampai pada tindakan mengakhiri pernikahan atau bercerai. Problematika yang terjadi di dalam kehidupan rumah tangga harus segera di selesaikan agar keharmonisan keluarga tetap terjaga dan terwujud. Konseling keluarga dengan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) digunakan sebagai proses intervensi terhadap masalah yang menggangu keharmonisan keluarga. Konseling keluarga dengan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam mewujudkan keharmonisan keluarga meliputi konsep keharmonisan keluarga, konseling keluarga, pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT).

Keywords: Rational Emotive Behavior Therapy (REBT); Harmony; Family Counseling

About Europub

EuroPub is a comprehensive, multipurpose database covering scholarly literature, with indexed records from active, authoritative journals, and indexes articles from journals all over the world. The result is an exhaustive database that assists research in every field. Easy access to a vast database at one place, reduces searching and data reviewing time considerably and helps authors in preparing new articles to a great extent. EuroPub aims at increasing the visibility of open access scholarly journals, thereby promoting their increased usage and impact.