Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa (JIFF)

Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa (JIFF)

Basic info

  • Publisher: Universitas Islam Bandung
  • Country of publisher: indonesia
  • Date added to EuroPub: 2019/May/23

Subject and more

  • LCC Subject Category: Pharmacy, Pharmacology, Pharmacognosy
  • Publisher's keywords: Pharmacology and Toxicology, Clinics and Community Pharmacy, Pharmacy Biology, Microbiology and Biotechnology Pharmacy
  • Language of fulltext: indonesian

Publication charges

  • Article Processing Charges (APCs): No
  • Submission charges: No
  • Waiver policy for charges? No

Editorial information

Open access & licensing

  • Type of License: CC BY-NC-SA
  • License terms
  • Open Access Statement: Yes
  • Year open access content began: 2018
  • Does the author retain unrestricted copyright? True
  • Does the author retain publishing rights? True

Best practice polices

  • Permanent article identifier: None
  • Content digitally archived in: LOCKSS
  • Deposit policy registered in: None

This journal has '24' articles

Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Persepsi Tenaga Kesahatan terhadap Kehalalan Obat di Rumah Sakit Kabupaten Banyumas

Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Persepsi Tenaga Kesahatan terhadap Kehalalan Obat di Rumah Sakit Kabupaten Banyumas

Authors: Alfiyaturrohmaniyah - Trisnawati
( 0 downloads)
Abstract

Tenaga kesehatan memiliki peran yang penting dalam pemilihan obat untuk pasien khususnya di kalangan dokter dan apoteker. Dokter dan apoteker memiliki peran terbesar dalam pemilihan obat untuk pasien. Saat ini pemilihan obat oleh dokter dan apoteker beberapa belum mengerti dan belum paham tentang hukumnya menggunakan obat-obatan yang mengandung bahan yang dilarang menurut Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan presepsi tenaga kesehatan di rumah sakit Kabupaten Banyumas terhadap kehalalan obat. Penelitian ini mengunakan pendekatan cross sectional pada periode waktu bulan Februari hingga Juni. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan cara penyebaran kuesioner kepada responden dan metode pengambilan data secara accidental sampling dan pemilihan dari dokter dan apoteker yang bekerja di rumah sakit di wilayah Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hasil yang didapatkan bahwa pengetahuan responden baik 73 responden (96%), sikap positif sebanyak 74 responden (97%), dan persepsi baik 76 responden (100%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dokter dan apoteker baik, serta sikap dan persepsidokter dan apoteker pun baik.

Keywords: Pengetahuan, Sikap, Persepsi, Kehalalan Obat
POTENSI EKSTRAK BUAH KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) SEBAGAI ANTIOSTEOPOROSIS DENGAN PARAMETER PENINGKATAN ALKALIN FOSFATASE PADA TIKUS WISTAR BETINA YANG DIINDUKSI DEKSAMETASON

POTENSI EKSTRAK BUAH KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) SEBAGAI ANTIOSTEOPOROSIS DENGAN PARAMETER PENINGKATAN ALKALIN FOSFATASE PADA TIKUS WISTAR BETINA YANG DIINDUKSI DEKSAMETASON

Authors: Nurmala Nurmala, Fetri Lestari, Ratu Choesrina
( 0 downloads)
Abstract

Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) merupakan tanaman polong-polongan (Fabaceae) yang mengandung fitoestrogen, berperan dalam mencegah kehilangan massa tulang akibat defisiensi estrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol buah kecipir sebagai antiosteoporosis berdasarkan kadar ALP (Alkaline phosphatase) plasma pada tikus yang diinduksi deksametason. Tikus dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu kontrol positif, kontrol negatif dan kelompok uji (ekstrak dosis 500 mg/kg BB). Kelompok kontrol positif dan kelompok uji diberi induksi deksametason 0,1 mg/kg BB. Pemberian induksi dilakukan selama 29 hari, dan pemberian sediaan uji untuk kelompok uji dilakukan selama 18 hari. Pengukuran kadar ALP dilakukan sebanyak tiga kali yaitu ALP awal, ALP pascainduksi dan ALP pascaterapi. Keberhasilan induksi osteoporosis ditandai dengan adanya penurunan kadar ALP pascainduksi dibandingkan kadar ALP awal. Keberhasilan terapi ditandai dengan adanya peningkatan kadar ALP pascaterapi dibandingkan kadar ALP pascainduksi. Berdasarkan adanya peningkatan kadar ALP plasma pascaterapi pada kelompok uji menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah kecipir dosis 500 mg/kg BB berpotensi sebagai antiosteoporosis.

Keywords: buah kecipir (Psophocarpus tetragonolobus), antiosteoporosis, ALP (Alkaline phosphatase), fitoestrogen
UJI AKTIVITAS ANALGETIKA EKSTRAK n-HEKSANA DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina Delile) TERHADAP MENCIT SWISS WEBSTER JANTAN

UJI AKTIVITAS ANALGETIKA EKSTRAK n-HEKSANA DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina Delile) TERHADAP MENCIT SWISS WEBSTER JANTAN

Authors: Cici Delisma, Sri Peni Fitrianingsih, Suwendar Suwendar
( 0 downloads)
Abstract

Nyeri merupakan persepsi sensorik mengganggu yang dapat ditangani dengan analgetika. Daun afrika (Vernonia amygdalina Delile) secara tradisional digunakan untuk mengobati nyeri seperti sakit gigi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan aktivitas analgetika ekstrak n-heksana daun afrika dengan 2 metode pengujian dan menentukan dosis efektifnya. Metode Tail Flick Test untuk menguji aktivitas analgetika sentral dan metode Writhing Test untuk menguji aktivitas analgetika perifer. Mencit dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok kontrol yang diberi CMC Na, kelompok uji yang diberi ekstrak n-heksana daun afrika dosis 100, 200 dan 400 mg/kg BB serta kelompok pembanding yang diberi tramadol (metode Tail Flick Test) dan aspirin (metode Writhing Test). Analisis data dilakukan dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan LSD pada taraf kepercayaan 95% (p ≤ 0,05). Pada metode Tail Flick Test mencit diinduksi nyeri dengan panas suhu 50±2oC dan parameter yang diamati adalah total waktu yang dibutuhkan mencit untuk menjentikkan ekor. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak dengan dosis 400 mg/kg BB secara signifikan memperpanjang waktu mencit menjentikkan ekor dibandingkan terhadap kontrol (p=0,006), tetapi aktivitasnya tidak sebanding dengan tramadol dosis 6,5 mg/kg BB (p=0,000). Pada metode Writhing Test mencit diinduksi nyeri dengan asam asetat 0,6%(v/v) dan parameter yang diamati adalah total geliat mencit selama pengamatan. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak dengan dosis 100, 200 dan 400 mg/kg BB secara signifikan menurunkan total geliat mencit dibandingkan terhadap kontrol (p=0,000), dengan nilai persen efektivitas sebesar 32,01%, 51,60% dan 82,41% yang lebih lemah dibandingkan aspirin dosis 65 mg/kg BB dengan persen efektivitas 100%.

Keywords: Daun afrika, Vernonia amygdalina Delile, analgetika, Tail Flick Test, Writhing Test
ISOLASI GLUKOSAMIN DARI EKSOSKELETON KECOA MADAGASKAR (Gromphadorhina portentosa)

ISOLASI GLUKOSAMIN DARI EKSOSKELETON KECOA MADAGASKAR (Gromphadorhina portentosa)

Authors: Fairuz Rifdah Permanasari, Indra Topik Maulana, Livia Syafnir
( 0 downloads)
Abstract

Kecoa Madagaskar (Gromphadorhina portentosa) merupakan salah satu jenis kecoa yang banyak dimanfaatkan sebagai pakan burung,ikan arwana, tarantula dll. Kecoa ini berukuran lebih besar, tidak memiliki sayap, tidak berbau, jinak, dan bergerak lambat. Eksoskeleton kecoa Madagaskar mengandung senyawa kitin yang berpotensi untuk dijadikan sumber glukosamin yang bermanfaat dalam produksi cairan synovial serta mencegah destruksi tulang. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan glukosamin dari eksoskeleton kecoa Madagaskar. Glukosamin diperoleh melalui proses deproteinasi, demineralisasi, deasetilasi yang kemudian dilanjutkan dengan proses hidrolisis kimiawi dengan HCl 32%. Penelitian ini memberikan hasil rendemen glukosamin yang dihasilkan adalah sebesar 22,16% dengan nilai LoD 0,917%. Spektrum FTIR menunjukkan adanya pita serapan pada daerah NH, OH, C-N, C-H, C-O, gugus Amina Sekunder, dan Glikosida

Keywords: Kecoa Madagaskar,kitin, kitosan, glukosamin
FORMULASI MINUMAN TEPUNG CACING TANAH (Lumbricus rubellus Hoffmeister) TERGANULASI DISERTAI UJI DAYA INGATNYA PADA MENCIT JANTAN

FORMULASI MINUMAN TEPUNG CACING TANAH (Lumbricus rubellus Hoffmeister) TERGANULASI DISERTAI UJI DAYA INGATNYA PADA MENCIT JANTAN

Authors: Gita Cahya Eka Darma, Wulandari Putri Saraswati, Esti Rachmawati Sadiyah
( 0 downloads)
Abstract

Protein merupakan suatu senyawa kimia yang penting bagi tubuh. Cacing tanah (Lumbricus rubellusHoffmeister) diketahui memiliki kandungan protein yang tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai protein alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas tepung cacing tanah dalam meningkatkan daya ingat mencit (Mus musculus) serta formulasinya dalam bentuk sediaan minuman tepung cacing tanah tergranulasi. Pengujian aktivitas daya ingat dilakukan dengan menggunakan labirin Y dengan parameter pengamatan berupa waktu latensi (detik) dan jumlah kesalahan. Dosis optimum yang didapatkan dari uji daya ingat yaitu 325 mg/kg BB yang setara dengan penggunaan dua kali sediaan yang mengandung 1,25 g tepung cacing tanah. Optimasi suspending agent dilakukan secara tunggal dan kombinasi dan didapatkan 3 formula kombinasi suspending agent paling baik dan dilanjutkan dengan proses granulasi. Dilakukan evaluasi pada formula berupa uji organoleptik, kelembaban, sifat alir, distribusi ukuran partikel, waktu rekonstitusi, waktu redispersi, volume sedimentasi, viskositas, stabilitas, uji hedonik dan analisis kuantitatif kadar protein. Berdasarkan evaluasi, satu formula optimum dipilih yaitu dengan kombinasi CMC-Na 0,5%, Natrium Alginat 0,1%, serbuk kunyit 3,75%, gula putih 10%, talk 3% dan Mg Stearat 1%. Kadar protein yang terkandung dalam formula terbaik yaitu 26,03%.

Keywords: Tepung cacing tanah, daya ingat, protein, suspending agent
POTENSI PATI UMBI TIRE (AMORPHOPALLUS ONCHOPYLLUS) PREGELATINASI PAUT SILANG SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN TABLET KEMPA LANGSUNG

POTENSI PATI UMBI TIRE (AMORPHOPALLUS ONCHOPYLLUS) PREGELATINASI PAUT SILANG SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN TABLET KEMPA LANGSUNG

Authors: Haeria Haeria Haeria, Nur Syamsi Dhuha, A Rahmi Azhariani
( 0 downloads)
Abstract

Telah dilakukan penelitian karakterisasi pati umbi tire (Amorphopallus onchopyllus) pregelatinasi dan pati umbi tire pregelatinasi paut silang. Untuk memperoleh kualitas produk yang diinginkan, karakteristik pati umbi tire dapat dimodifikasi, metode modifikasi yang digunakan adalah cross-linking. Prinsip modifikasi ini yaitu mensubstitusi gugus fosfat dengan gugus hidroksil pada pati. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik pati umbi tire yang mengalami modifikasi secara cross-linking terhadap pati yang tidak dimodifikasi. Adapun tahapan dari penelitian ini adalah karakterisasi pati umbi tire, modifikasi pati umbi tire dengan metode cross-linking, dan uji karakterisasi pati umbi tire hasil modifikasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH dan viskositas. Pati pregelatinasi dibuat dengan pemanasan diatas suhu gelatinasi pati, kemudian difosfolirasi dengan mereaksikan pati pregelatinasi dengan Na2HPO4. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik dari pati umbi tire yang mengalami modifikasi cross-linking lebih baik dibandingkan dengan pati umbi tire yang tidak mengalami modifikasi dan pati umbi tire pregelatinasi paut silang dapat dijadikan sebagai bahan tambahan tablet kempa langsung.

Keywords: Potensi, pati umbi tire, cross-linking, tablet kempa langsung
OPTIMASI PEREAKSI WARNA CARIK UJI UNTUK ANALISIS KUALITATIF KALIUM BROMAT PADA MAKANAN

OPTIMASI PEREAKSI WARNA CARIK UJI UNTUK ANALISIS KUALITATIF KALIUM BROMAT PADA MAKANAN

Authors: Riesma Azhar Falahul Alam, Hilda Aprilia Wisnuwardhani, Rusnadi Rusnadi
( 0 downloads)
Abstract

Bahan tambahan pangan biasanya ditambahkan untuk meningkatkan mutu makanan. Namun, sering pula dijumpai penambahan zat yang dilarang penggunaannya dalam makanan. Salah satunya adalah kalium bromat. Untuk itu diperlukan suatu pereaksi untuk pendeteksian kalium bromat yang dapat dijadikan carik uji agar pendeteksian kalium bromat menjadi lebih mudah. Dalam penelitian ini dilakukan optimasi volume nanopartikel Ag dan konsentrasi acid red 14 sebagai pereaksi untuk carik uji kalium bromat. Acid red 14 ini akan teroksidasi menjadi tidak berwarna dengan adanya kalium bromat. Dari hasil penelitian ini, setiap 25 mL pereaksi terdiri dari 10 mL nanopartikel Ag; 0,002 mM acid red 14; dan 1 mL H2SO4 0,2 M.

Keywords: Kalium bromat, nanopartikel Ag, acid red 14
PENGARUH KONSENTRASI BETASIKLODEKSTRIN TERHADAP KELARUTAN GLIMEPIRID

PENGARUH KONSENTRASI BETASIKLODEKSTRIN TERHADAP KELARUTAN GLIMEPIRID

Authors: Fitrianti Darusman, Ulfa Siti M
( 0 downloads)
Abstract

Glimepirid (GMP) merupakan obat antidiabetika oral golongan sulfonilurea generasi ketiga yang mampu menurunkan kadar glukosa darah dengan efek samping hipoglikemia yang kecil. Namun GMP termasuk ke dalam Biopharmaceutical Classification System (BCS) kelas II yang memiliki kelarutan praktis tidak larut dalam air sehingga berpengaruh pada laju disolusi dan bioavailabilitasnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kelarutan GMP yaitu dengan pembentukan kompleks inklusi menggunakan betasiklodekstrin (BCD). Penentuan terbentuknya kompleks inklusi GMP-BCD menggunakan beberapa konsentrasi larutan BCD yang semakin meningkat dalam dapar asetat 0,01 M pH 6,2 dan dapar fosfat 0,01 M pH 7,4 yang diteliti dengan metode kelarutan dan ditentukan secara spektrofotometri ultraviolet pada panjang gelombang serapan maksimum 228 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelarutan GMP meningkat dengan semakin meningkatnya konsentrasi BCD dengan harga tetapan stabilitas kompleks pada pH 7,4 lebih sebesar 0,650 M−1 lebih besar dari pada pH 6,2 yaitu sebesar 0,237 M−1.

Keywords: glimepirid, betasiklodekstrin, kompleks inklusi, kelarutan
PENETAPAN KADAR PIPERIN DALAM EKSTRAK BUAH LADA HITAM (Piper nigrum Linn.) MENGGUNAKAN LIQUID CHROMATOGRAPHY TANDEM MASS SPECTROMETRY (LC–MS/MS)

PENETAPAN KADAR PIPERIN DALAM EKSTRAK BUAH LADA HITAM (Piper nigrum Linn.) MENGGUNAKAN LIQUID CHROMATOGRAPHY TANDEM MASS SPECTROMETRY (LC–MS/MS)

Authors: Alifia Putri Febriyanti, Siti Jazimah Iswarin, Susanti Susanti
( 0 downloads)
Abstract

The utilization of medicinal plants have started growing rapidly in the world, including in Indonesia, along with the thinking back to nature, one of the plants that are often used as a medicine is black pepper fruit (Piper nigrum Linn.). Piperine is a major compound and potent substances contained in black pepper fruit as antidiarrheal activity. The aim of this study was to determine levels of piperine in 96% ethanol extract of black pepper fruit. The extraction method used Soxhlet in 96% ethanol as solvent. Analysis of piperine using qualitative analysis by thin layer chromatography (TLC) produces yellow stain after being sprayed by dragendorf and dark blue on observation Uv-Vis 365 nm with Rf extract value 0.49 and Rf piperine value 0.5. Quantitative analysis using LC – MS produces piperine levels at 26%. Before quantitative analysis, validation method needs to be done with the parameters, among others: linearity have regression equation y = has 1,981,691.1333x + 561,445.0000 and correlation coefficient (R2) of 0.9973, LOD and LOQ at 0.14 and 0.44 ppm, accuracy value (% recovery) between 95.90 – 100.77%, precision value (% KV) between 0.02 – 1.84%, and selectivity (RT) between 2.47 – 2.49. The results of the validation parameters are eligible so that piperine levels were obtained by LC – MS declared accurate, specific, and precise.

Keywords: black pepper fruit (Piper nigrum Linn.), piperine, TLC, validation method, LC-MS/MS
GAMBARAN KLINIS PENDERITA KANKER SERVIKS SETELAH KEMOTERAPI BERDASARKAN STADIUM

GAMBARAN KLINIS PENDERITA KANKER SERVIKS SETELAH KEMOTERAPI BERDASARKAN STADIUM

Authors: Suwendar Suwendar
( 0 downloads)
Abstract

Pendahuluan: Pengamatan gambaran klinik pada pada penderita kanker serviks merupakan hal yang sangat penting karena dapat mengevaluasi efektivitas kemoterapi. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran klinik pada penderita kanker serviks berdasarkan stadium setelah mendapatkan kemoterapi selama tiga siklus sehingga dapat dievaluasi lebih lanjut mengenai efektivitas kemoterapi untuk setiap stadium. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif dengan melakukan observasi lapangan untuk memperoleh data gambaran klinik. Evaluasi gambaran klinik dilakukan dengan mengamati gejala klinik dan kondisi pasca kemoterapi setelah pasien mendapatkan kemoterapi siklus pertama sampai ketiga. Kesimpulan Hasil: Hasil menunjukkan bahwa kemoterapi cenderung makin efektif pada pasien kanker serviks dengan stadium yang makin rendah. Setelah kemoterapi selama tiga siklus, pada gejala klinik, persen hilang gejala pada pasien stadium I, II, III dan IV untuk keputihan masing-masing adalah 100%, 96%, 93,3% dan 25%; pada gejala pendarahan, masing-masing adalah 100%, 68%, 53,3% dan 0%; dan rata-rata skor nyeri masing-masing adalah 0,9±0,9; 1,0±1,5; 1,4±,4 dan 3,5±1,9. Penurunan skor nyeri yang bermakna terjadi pada pasien stadium I, II dan III masing-masing dengan nilai p=0,000. Pada pasien stadium IV, penurunan skor nyeri tidak bermakna (p=0,391). Pada kondisi pasca kemoterapi, persentase pasien yang dinyatakan mengalami perbaikan pada stadium I, II, III dan IV masing-masing adalah 100%, 96%, 93,9% dan 75%.

Keywords: Kanker serviks, stadium, kemoterapi, gambaran klinik
IDENTIFIKASI DAN ISOLASI ISOLAT NON POLAR, SEMIPOLAR DAN NON POLAR DARI FRAKSI HEKSANA EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper betle L.) DENGAN METODE TLC SCANNER DAN GC-MS

IDENTIFIKASI DAN ISOLASI ISOLAT NON POLAR, SEMIPOLAR DAN NON POLAR DARI FRAKSI HEKSANA EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH (Piper betle L.) DENGAN METODE TLC SCANNER DAN GC-MS

Authors: Ahwan Abdul
( 0 downloads)
Abstract

Tanaman daun sirih (piper betlle L.) merupakan tanaman yang banyak digunakan pada jaman nenek moyang dulu sebagai campuran inang, sabun, dan bumbu masakan. Daun sirih tersebut banyak mengandung metabolik sekunder yang mempunyai aktifitas sebagai obat. Dalam daun sirih mengandung komponen senyawa kimia yang dapat diisolasi dan mempunyai efek atau aktifitas tertentu terhadap pengobatan (antikanker, antimikroba dan radikal bebas). Penelitian ini menerangkan isolat yang mempunyai struktur kimia yang bertanggungjawab terhadap aktifitasnya dengan cara proses ekstraksi (maserasi), fraksinasi (kromatografi cair vakum), identifikasi (KLT preparatif, densitometry dan GC-MS). Hasil yang diperoleh berupa isolat non polar, semipolar dan polar dari fraksi heksana. Isolat tersebut di identifikasi dengan KLT, TLC scanner dan GC-MS. Hasil yang diperoleh isolat nonpolar: Alkana (9,43%); alkohol (1,34); asam karboksilat (2,57); turunan fenol (32,09); furan (0,16) dan terpena (2,21), Isolat semipolar: alkana (7,77); alkohol (1,25); aldehide (2,88); turunan fenol (31,96); furan (0,26) dan terpena (0,64) sedangkan isolat polar: alkana (10.03); alkohol (2,73); asam karboksilat (14,10); benzopiren (30,73); turunan fenol (26,32) dan organo sulfur (4,20). Senyawa yang mempunyai aktifitas adalah komponen fenol; kavikol, eugenol (non polar dan semipolar); cinamomil klorida (polar) dan senyawa terpena: geraniol, citronella propionate (non polar); cis-pinene (semipolar).

Keywords: Piper betle L., fraksi n-heksana, nonpolar, semi polar, polar, analisis GC-MS
FORMULASI PERMEN JELI SARI BUAH SINGI (Dillenia serrata Thunbr) KOMBINASI MADU MENGGUNAKAN GELATIN

FORMULASI PERMEN JELI SARI BUAH SINGI (Dillenia serrata Thunbr) KOMBINASI MADU MENGGUNAKAN GELATIN

Authors: Nirwati Rusli
( 0 downloads)
Abstract

Buah Singi adalah buah yang mengandung senyawa asam sitrat vitamin C dan beta karoten yang dapat memiliki efek bagi kesehatan tubuh. Madu berkhasiat menghasilkan energi, meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan stamina. Gelatin sebagai gelling agent dapat menghasilkan permen yang kenyal. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan permen jeli sari buah singi kombinasi madu menggunakan gelatin dan memilih konsentrasi gelatin yang paling optimum serta melihat apakah permen ini layak untuk dikonsumsi. Penelitian dilakukan secara eksperimen, sampel disari kemudian dibuat menjadi 3 formula dengan variasi konsentrasi gelatin 9%, 10%, dan 11%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permen yang dibuat berwarna jingga kecoklatan, berbau khas dengan rasa asam manis dan teksturnya kenyal. Sediaan permen jeli dengan konsentrasi gelatin yang paling optimum adalah permen dengan konsentrasi gelatin 10%. Hasil uji mikrobiologi menunjukkan bahwa permen jeli memenuhi syarat angka lempeng total, yaitu 3 x 103 dan angka kapang khamir 1 x 102 memenuhi syarat SNI pangan, yaitu angka lempeng total sebesar 3 x 103dan angka kapang khamir sebesar 1 x 102.

Keywords: Permen, gelatin, madu, buah singi
STUDI FITOKIMIA IRVINGIA MALAYANA SEBAGAI ANTIMALARIA DARI HUTAN MERU BETIRI DALAM RANGKA DRUG DISCOVERY

STUDI FITOKIMIA IRVINGIA MALAYANA SEBAGAI ANTIMALARIA DARI HUTAN MERU BETIRI DALAM RANGKA DRUG DISCOVERY

Authors: Ayik Rosita Puspaningtyas
( 0 downloads)
Abstract

Pendahuluan : Meru betiri adalah hutan di daerah Kabupaten Jember yang banyak mengandung tanaman obat. Salah satunya adalah tanaman Irvingia malayana (Pauh Kijang) yang telah terbukti berdasarkan penelitian sebagai antimalaria. Tujuan : Penelitian ini adalah suatu pencarian obat baru (Drug Discovery) untuk antimalaria dengan cara mengisolasi akar, batang dan daun tanaman Irvingia malayana dan diuji antimalaria. Metode : Elusidasi struktur menggunakan FTIR, H-NMR, dan GC-MS dari senyawa hasil isolasi. Hasil : Dari hasil elusidasi struktur, senyawa hasil isolasi adalah senyawa terpenoid pada batang yang berasal dari ekstrak etil asetat dan merupakan golongan silimarin seperti halnya tanaman lain dalam genus Irvingia. Jarak lebur isolat Irvingia malayana yaitu 120- 121oC berbentuk kristal putih. Pada Uji in vivo berdasarkan statistik menunjukkan bahwa masing masing kelompok berbeda bermakna. Pada hari 4 setelah pemberian menunjukkan IC50 yaitu 11,827 mg/kgBB dibandingkan hari 3 (6,927 mg/kgBB). Oleh karena itu pada hari ke 3 adalah maksimal lama pemberian yang memberikan efek maksimum daripada hari selanjutnya dalam menurunkan plasmodiumnya dan menunjukkan sangat baik aktivitasnya sebagai antimalaria. Dari hasil uji in vitro didapatkan IC50 isolat Irvingia malayana yaitu 62,855 μg/ml dan berdasarkan klasifikasinya memiliki aktivitas antiplasmodium lemah jika dibandingkan kontrol positif klorokuin karena IC50 klorokuin 1,114x10-3 μg/ml. Kesimpulan : Berdasarkan data uji aktivitas in vivo dan in vitro antimalaria menunjukkan bahwa isolat kurang memberikan aktivitas antimalaria dikarenakan pada ekstrak yang terdiri dari komponen yang cukup banyak kemungkinan ada mekanisme sinergisme antimalaria jika dibandingkan senyawa tunggal.

Keywords: Antimalaria, irvingia malayana, fitokimia, drug discovery, in vivo, in vitro
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI BIJI PARE (Momordica charantia L.) TERHADAP Propionibacterium acnes

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI BIJI PARE (Momordica charantia L.) TERHADAP Propionibacterium acnes

Authors: Feresta Riferty, Endah Rismawati Eka Sakti, Undang Ahmad Dasuki
( 0 downloads)
Abstract

Biji pare (Momordica charantia L.) diketahui memiliki khasiat dalam mengobati penyakit kulit, salah satunya jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi aktivitas antibakteri, konsentrasi hambat minimum (KHM) dan kesetaraan dengan pembanding. Proses ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan ekstraksi cair-cair. Aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi biji pare terhadap Propionibacterium acnes dilakukan dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi biji pare memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Ekstrak dan ketiga fraksi biji pare menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes pada konsentrasi 40%, 50% dan 60%. Nilai KHM dari ekstrak diperoleh 30% dengan zona hambat 8,9 mm. Pada konsentrasi 40%, fraksi etil asetat biji pare memberikan aktivitas paling tinggi dalam menghambat Propionibacterium acnes dibandingkan fraksi-fraksi lainnya. Dibandingkan dengan klindamisin, 1 mg ekstrak biji pare setara dengan 0,80 µg klindamisin.

Keywords: Biji pare, Momordica charantia L., antibakteri, Propionibacterium acnes
AKTIVITAS EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans PENYEBAB KARIES GIGI

AKTIVITAS EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans PENYEBAB KARIES GIGI

Authors: Musdalipah Musdalipah, Randa Wulaisfan
( 0 downloads)
Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu rempah-rempah yang sering digunakan selain sebagai bumbu masak juga sebagai obat tradisional. Pemanfaatan bawang merah terbatas pada dagingnya saja, sedangkan kulitnya yang mengandung banyak senyawa-senyawa kimia yang dapat digunakan sebagai antibakteri seperti flavonoid, saponin, tanin, glikosida dan steroida atau triterpenoid dianggap sebagai limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak kulit bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen yang terdiri atas tiga perlakuan, dua kontrol yaitu kontrol positif dan kontrol negatif dengan tiga kali pengulangan. Penelitian ini dilakukan dengan metode cylinder cup. Ekstrak kulit bawang merah di maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Sampel uji dibuat dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit bawang merah dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30% memiliki daya hambat rata – rata sebesar 1,33 mm, 2,12 mm dan 2,51 mm. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa F hitung (205,098 > F tabel (3.478) dan selanjutnya dilanjutkan uji lanjut BNT. Hasil uji BNT menunjukkan adanya perbedaan yang nyata perlakuan terhadap konsentrasi ekstrak kulit bawang merah pada pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.

Keywords: Kulit Bawang Merah, daya hambat, Streptococcus mutans

About Europub

EuroPub is a comprehensive, multipurpose database covering scholarly literature, with indexed records from active, authoritative journals, and indexes articles from journals all over the world. The result is an exhaustive database that assists research in every field. Easy access to a vast database at one place, reduces searching and data reviewing time considerably and helps authors in preparing new articles to a great extent. EuroPub aims at increasing the visibility of open access scholarly journals, thereby promoting their increased usage and impact.